Kenapa Bau Mulut Bisa Berasal dari Lambung, Bukan dari Gigi?

Banyak orang mengira bau mulut selalu berasal dari gigi yang kotor atau jarang menyikat gigi. Padahal dalam beberapa kasus, bau mulut atau halitosis dapat berasal dari masalah kesehatan lain seperti gangguan lambung, infeksi saluran pencernaan, atau penyakit tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar kasus bau mulut berasal dari rongga mulut, sebagian lainnya berkaitan dengan masalah sistem pencernaan. Artikel ini akan membahas bagaimana gangguan lambung dapat menyebabkan bau mulut menurut penelitian ilmiah dan pendapat para ahli.

L Budiyanto, S.T.,

3/12/20262 min read

white concrete building during daytime
white concrete building during daytime

Apa Itu Halitosis?

Halitosis adalah istilah medis untuk kondisi bau napas tidak sedap yang persisten.

Menurut organisasi kesehatan gigi dunia FDI World Dental Federation, sekitar 22–50% populasi dunia pernah mengalami halitosis dalam berbagai tingkat keparahan.

Halitosis biasanya disebabkan oleh bakteri di dalam rongga mulut yang menghasilkan senyawa sulfur volatil (volatile sulfur compounds/VSC) seperti:

  • hydrogen sulfide

  • methyl mercaptan

  • dimethyl sulfide

Senyawa inilah yang menghasilkan bau tidak sedap pada napas.

Mayoritas Bau Mulut Memang Berasal dari Mulut

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Clinical Periodontology, sekitar 80–90% kasus halitosis berasal dari rongga mulut.

Penyebab paling umum antara lain:

  • plak dan karang gigi

  • penyakit gusi (periodontitis)

  • lidah yang kotor

  • gigi berlubang

  • sisa makanan yang membusuk

Karena itu, pemeriksaan ke dokter gigi sering menjadi langkah pertama untuk mencari penyebab bau mulut.

Namun dalam sebagian kecil kasus, penyebabnya bukan dari mulut.

Bagaimana Lambung Bisa Menyebabkan Bau Mulut?

Meskipun tidak umum, gangguan pada saluran pencernaan dapat menyebabkan bau mulut.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Helicobacter, infeksi bakteri Helicobacter pylori pada lambung dapat berkaitan dengan halitosis.

Bakteri ini dikenal sebagai penyebab utama beberapa penyakit lambung seperti:

  • gastritis

  • tukak lambung

  • infeksi kronis pada lambung

Penelitian tersebut menemukan bahwa pasien dengan infeksi H. pylori memiliki tingkat halitosis lebih tinggi dibandingkan individu tanpa infeksi.

Peran Infeksi Helicobacter pylori

Bakteri Helicobacter pylori hidup di lapisan mukosa lambung dan dapat menghasilkan senyawa yang memicu bau tidak sedap.

Menurut ahli gastroenterologi Barry Marshall, yang memenangkan Nobel Prize karena menemukan bakteri tersebut:

Helicobacter pylori dapat memengaruhi lingkungan lambung dan berkontribusi terhadap berbagai gangguan pencernaan kronis.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pengobatan infeksi H. pylori dapat memperbaiki gejala bau mulut pada sebagian pasien.

Hubungan Bau Mulut dengan Penyakit GERD

Salah satu penyebab lain bau mulut yang berkaitan dengan lambung adalah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Menurut organisasi gastroenterologi dunia American College of Gastroenterology, gejala GERD dapat meliputi:

  • rasa asam di mulut

  • sensasi terbakar di dada (heartburn)

  • regurgitasi makanan

  • bau napas tidak sedap

Ketika asam lambung naik ke kerongkongan, sebagian gas dan zat dari lambung dapat ikut keluar melalui napas dan menyebabkan bau tidak sedap.

Penyebab Bau Mulut dari Sistem Pencernaan Lainnya

Selain GERD dan infeksi lambung, beberapa kondisi lain juga dapat berkontribusi terhadap halitosis, antara lain:

Gangguan pencernaan kronis

Gangguan pada proses pencernaan dapat menyebabkan fermentasi makanan di dalam saluran cerna.

Infeksi sinus

Menurut American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery, infeksi sinus dapat menghasilkan lendir yang menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

Penyakit sistemik

Beberapa penyakit seperti diabetes yang tidak terkontrol juga dapat menghasilkan bau napas khas.

Bagaimana Cara Mengetahui Sumber Bau Mulut?

Karena penyebabnya bisa beragam, pemeriksaan medis sering kali diperlukan.

Biasanya dokter akan melakukan beberapa langkah seperti:

  1. Pemeriksaan rongga mulut dan gigi

  2. Pemeriksaan gusi dan lidah

  3. Evaluasi riwayat kesehatan pencernaan

  4. Pemeriksaan tambahan jika dicurigai gangguan lambung

Menurut para ahli, penanganan halitosis harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Jika penyebabnya berasal dari gigi, maka perawatan gigi diperlukan. Namun jika berkaitan dengan lambung atau penyakit lain, maka pengobatan harus ditujukan pada kondisi tersebut.

Cara Mengurangi Bau Mulut

Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan antara lain:

  • menyikat gigi minimal dua kali sehari

  • membersihkan lidah

  • menggunakan benang gigi

  • minum air yang cukup

  • memeriksakan gigi secara rutin

Jika bau mulut tidak membaik meskipun kebersihan mulut sudah baik, pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis sangat dianjurkan.

Kesimpulan

Sebagian besar kasus bau mulut memang berasal dari masalah di rongga mulut seperti plak, karang gigi, atau penyakit gusi. Namun dalam beberapa kasus, bau mulut juga dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan lain seperti infeksi lambung atau penyakit GERD.

Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, pemeriksaan oleh tenaga medis penting dilakukan untuk menentukan sumber masalah dan penanganan yang tepat.