Obesitas pada Anak dan Remaja Meningkat di Dunia: Penyebab, Dampak Kesehatan, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini
Obesitas pada anak dan remaja semakin meningkat di seluruh dunia. Pelajari penyebab, dampak kesehatan, serta cara mencegah obesitas sejak dini berdasarkan data WHO dan UNICEF.
L Budiyanto, S.T.,
3/12/20263 min read


Obesitas Anak: Masalah Kesehatan yang Semakin Meningkat
Obesitas pada anak dan remaja saat ini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Dahulu masalah gizi pada anak identik dengan kekurangan gizi, namun kini tren tersebut mulai berubah.
Menurut laporan UNICEF tahun 2025, untuk pertama kalinya dalam sejarah jumlah anak dengan obesitas melebihi jumlah anak yang kekurangan berat badan secara global.
Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 10 anak usia 5–19 tahun di dunia mengalami obesitas, atau sekitar 188 juta anak.
Selain itu, jika digabungkan antara overweight dan obesitas, terdapat sekitar 391 juta anak dan remaja di seluruh dunia yang mengalami kelebihan berat badan.
Hal ini menunjukkan bahwa obesitas pada anak bukan lagi masalah kecil, tetapi sudah menjadi krisis kesehatan global.
Apa yang Dimaksud dengan Obesitas pada Anak?
Menurut World Health Organization (WHO), obesitas adalah kondisi penumpukan lemak berlebih dalam tubuh yang dapat membahayakan kesehatan.
Pada anak-anak, obesitas biasanya dinilai menggunakan Body Mass Index (BMI) yang disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin.
Jika berat badan anak jauh melebihi standar yang sehat untuk tinggi dan usianya, maka anak dapat dikategorikan mengalami overweight atau obesitas.
Penyebab Obesitas pada Anak dan Remaja
Obesitas pada anak biasanya tidak disebabkan oleh satu faktor saja. WHO menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dari makanan dan energi yang digunakan tubuh melalui aktivitas fisik.
Beberapa faktor yang paling sering menyebabkan obesitas pada anak antara lain:
1. Pola Makan Tidak Sehat
Banyak anak mengonsumsi makanan tinggi kalori seperti:
makanan cepat saji
minuman manis
makanan ultra-proses
Menurut laporan UNICEF, meningkatnya konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi gula, garam, dan lemak menjadi salah satu faktor utama meningkatnya obesitas pada anak di berbagai negara.
2. Kurangnya Aktivitas Fisik
Perubahan gaya hidup modern membuat anak semakin jarang melakukan aktivitas fisik seperti:
bermain di luar rumah
olahraga
berjalan kaki
Sebaliknya, waktu yang dihabiskan untuk menonton TV, bermain game, atau menggunakan gadget semakin meningkat.
3. Faktor Lingkungan dan Sosial
WHO menjelaskan bahwa lingkungan juga berperan besar dalam meningkatnya obesitas, misalnya:
mudahnya akses makanan tinggi kalori
kurangnya ruang aktivitas fisik
kurangnya edukasi pola makan sehat
Faktor-faktor ini membuat anak lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.
Dampak Obesitas pada Kesehatan Anak
Obesitas pada anak tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
Menurut UNICEF, anak dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai penyakit kronis di masa depan.
Beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi antara lain:
Diabetes tipe 2
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Penyakit jantung
Gangguan pernapasan
Masalah psikologis seperti rendah diri
Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Cara Mencegah Obesitas pada Anak
Pencegahan obesitas perlu dilakukan sejak dini melalui perubahan gaya hidup yang sehat.
Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan antara lain:
1. Membiasakan Pola Makan Seimbang
Anak sebaiknya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang seperti:
sayur dan buah
protein (ikan, telur, daging, kacang-kacangan)
karbohidrat kompleks
Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan makanan cepat saji juga sangat penting.
2. Meningkatkan Aktivitas Fisik
Anak dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari, seperti:
bersepeda
bermain bola
berenang
Aktivitas fisik membantu menjaga keseimbangan energi dalam tubuh.
3. Membatasi Waktu Penggunaan Gadget
Orang tua disarankan untuk membatasi screen time dan mendorong anak melakukan aktivitas fisik atau bermain di luar rumah.
Kapan Orang Tua Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila:
berat badan anak meningkat sangat cepat
anak mudah lelah saat beraktivitas
anak memiliki riwayat obesitas dalam keluarga
Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu menilai status gizi anak dan memberikan rekomendasi yang tepat untuk menjaga kesehatan mereka.
Kesimpulan
Obesitas pada anak dan remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia. Data dari UNICEF menunjukkan bahwa sekitar 188 juta anak usia 5–19 tahun mengalami obesitas, dan jumlah ini terus meningkat setiap tahun.
Dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan kesehatan secara rutin, obesitas pada anak sebenarnya dapat dicegah sejak dini.
Jika orang tua memiliki kekhawatiran terkait berat badan atau kesehatan anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Di Denta Medika Premier kami memiliki layanan dokter profesional yang bisa memberikan Anda masukan terkait kesehatan Anda dan si kecil agar selalu sehat dalam menjalani hari
